Asal Muasal Permainan Judi Poker


Suatu malam pada tahun 1832, empat orang bermain Poker diatas kapal uap Mississippi. Tiga diantaranya sangat professional dan satunya adalah pemain yang tak berdaya asal Natchez. Ada aksi kecurangan didalamnya sehingga membuat pemain asal Natchez ini menderita kerugian yang besar plus membuatnya putus asa.

Dilanda rasa bingung yang hebat, pemain ini berusaha ‘tuk melarikan diri dari penderitaannya dengan melompat ke sungai. Seorang penonton mencegah usaha bunuh diri ini dan mengajak pemuda tersebut untuk kembali ke kabin. Si penonton misterius ini kemudian menggantikan posisi pemain tadi di tengah permainan, permainan pun dilanjutkan. Di tengah permainan dengan tingkat taruhan tinggi, si penonton menangkap salah satu pemain professional yang melakukan kecurangan. Ia mengatakan bahwa ada yang curang dan menodongkan pisau ke arah pemain tadi.

Si penonton berteriak, “Perlihatkan kartumu! Jika menyimpan lebih dari 5 kartu maka saya akan membunuhmu!”. Saat ia memutar pergelangan tangan si penipu, dan 6 kartu jatuh diatas meja. Si penonton kemudian mengambil modal senilai US$ 70.000. Ia mengembalikan US$ 50.000 kepada pemuda dari Natchez dan mengambil sisanya (US$ 20.000) sebagai hasil jerih payahnya.

“Siapa anda sebenarnya?” – teriak si penipu.

“Saya James Bowie”, kata penonton itu.

Dalam waktu kurang dari dua abad, Poker telah berubah secara drastic. Setelah permainan yang umumnya dimainkan oleh para penipu, penjahat dan pembuat pisau diatas kapal – Poker telah berkembang menjadi sebuah “perayaan olahraga” yang dimainkan di seluruh dunia. Para penipu dan penjahat telah digantikan oleh pemain Poker yang professional, yang statusnya bisa disejajarkan dengan para selebriti, atlet atau bintang film dunia daripada seorang penjahat yang terkenal. Kartu Poker kini tak lagi ditangani oleh para penipu professional yang kerap memanipulasi dek; sebaliknya, kartu Poker sering ditangani oleh program software yang menghubungkan pemain dari seluruh dunia.

Asal muasal yang sesungguhnya dari Poker tidak jelas. Tampaknya berasal dari permainan kartu Persia pada abad ke-16 yang dikenal sebagai As Nas. Permainan ini dimainkan dengan menggunakan 25 kartu dengan 5 suits yang berbeda. Permainan ini dimainkan dengan cara yang sama seperti 5 Card Stud modern dan memiliki tingkat kartu Poker yang serupa, seperti “three-of-a-kind”. Saat orang-orang Eropa mulai memainkan permainan ini, mereka mengenalnya dengan ‘poque’ atau ‘pochen’. Walaupun asal muasal Poker mungkin lahir di tanah Eropa dan Persia, namun Poker sungguh-sungguh berkembang pesat di AS. Asal muasal Poker dimainkan di AS terjadi di pusat New Orleans di awal era 1800-an.

Sebelum meletusnya Perang Saudara di AS, Poker menyebar dengan cepat mulai dari New Orleans hingga masuk ke kota-kota di seluruh perbatasan wilayah barat. Penyebaran Poker ini merupakan kerja keras dari penyebaran aksi perjudian umum yang terjadi di era tersebut. Wilayah barat terdiri dari sebagian besar para spekulator dan wisatawan, kedua kelompok yang begitu menikmati perjudian. Perjudian sangat cocok dengan para spekulator karena nilai individualistis dan sifat pengambilan resikonya. Dibebani dengan kebutuhan keluarga dan stigma sosial dari budaya wilayah Barat dan Selatan, para wisatawan diijinkan untuk menikmati permainan ini sebagai bentuk hiburannya.

Pihak yang bertanggung jawab akan populernya Poker ini adalah para penjudi professional – yang berusaha meningkatkan keterampilannya. Penjudi professional melihat Poker sebagai pekerjaan yang menjanjikan di Amerika. Mereka mengganggap dirinya sebagai pelaku bisnis yang mengambil keuntungan dari obsesi warga AS yang menyukai perjudian. Namun, warga AS tidak memiliki pandangan yang menyenangkan tentang para penjudi professional.

Perjudian tentu dilihat dari dua pihak yang berbeda. Ada pemain biasa, yang dianggap sebagai pria yang hanya menikmati bentuk hiburan yang berlebihan Sebaliknya – ada pemain professional, yang bertujuan untuk menghasilkan uang tanpa memperhatikan bentuk hiburan atau kebenaran. Penjudi professional dianggap tidak berkontribusi apapun bagi warga. Publik melihat aksi mereka tak lebih dari seseorang yang mencoba untuk menipu uang orang lain. Hal ini terutama terjadi karena para penjudi professional acapkali berbuat curang untuk memenangkan uang dari para korbannya.

Praktek lain dari para penjudi professional yang sangat meresahkan adalah mereka kerap mengabaikan status sosial dari para korbannya. Bagi (penjudi professional), sebagai pelacur, tampaknya tidak se-profesional untuk membedakan antara pelanggan yang membayar. Akibatnya, mereka bermain tanpa pandang bulu dengan semua calon korbannya, mulai dari orang kaya hingga para budak pun dibabat habis. Tindakan ini lambat laun membuat perjudian “demokratisasi” di AS. Tak lama berselang, yakni permainan Poker, digadang-gadang sebagai permainan para orang kaya. Sebaliknya, ini menjadi praktek yang dilakukan orang-orang dari semua tingkatan sosial.

Penjudi professional terlibat dalam dua hal yakni banking dan permainan persentase, seperti Roulette dan Faro, dimana sama seperti permainan kartu. Dari semua permainan, Faro dikatakan favorit bagi para penjudi professional dan pemain biasa. Faro adalah permainan dimana pemain akan bertaruh pada kartu yang akan ditangani disampingnya. Dua permainan jenis perbankan, seperti Faro dan permainan kartu menjadi tempat mencari nafkah yang tetap bagi para professional dalam jangka panjang.

Banking dan permainan persentase memiliki “tepi” yang dibangun bandar yang menjamin pemain professional untuk menjadi pemenang statistic. Jenis-jenis penjudi ini sangat mirip dengan kasino modern, yang terutama bergantung pada jenis permainan tertentu sebagai pendapatannya. Saat pemain professional menangani permainan kartu, seperti Poker, mereka akan mendapatkan penghasilan tetap dari aksi curangnya.

Poker awalnya dimainkan dengan taruhan satu babak. Pemain menangani 5 kartu yang menghadap kebawah dan tidak ada yang mengocok kartu. 8 orang penjudi professional kemudian memodifikasi aturan dalam rangka meningkatkan profitabilitas permainannya. Setelah tahun 1850, kartu “wild” dan aksi Bluff menjadi praktik umum didalam permainan ini. Pengocokan kartu juga ditambahkan ke dalamnya. Sistem kocok kartu membantu pemain professional karena memperkenalkan babak lain dari taruhan tersebut (berarti kesempatan lain untuk menipu lawan mainnya) serta memperkenalkan keterampilannya didalam permainan.

Memainkan Poker menjadi semakin popular di dunia perjudian AS dan mulai dinikmati oleh warga yang hidup di kota-kota perbatasan. Saat perjudian ditoleransi di perbatasan wilayah Barat pada awal 1800-an, hal ini berlanjut hingga tahun 1830. Wilayah barat, budaya perbatasan di kota-kota tersebut terus digantikan oleh budaya wilayah Selatan – yang sangat menolak perjudian. 10 kota di wilayah Barat mengesahkan peraturan melawan perjudian dan diketahui banyak penjudi-penjudi didalam kota ditendang keluar. Sejak perdagangan tak lagi ditoleransi didarat, penjudi professional mengambil perdagangannya melalui kapal uap dengan menavigasi Sungai Mississippi. Namun, membawa alat berat seperti roda Roulette terbukti lebih sulit menggunakan kapal uap, sehingga permainan kartu seperti Poker menjadi sebuah pilihan permainan yang semakin popular untuk dilakukan.

Demam emas di California menghadirkan area baru untuk memainkan Poker. Demam emas , membuat arus besar dari para untuk hijrah ke area yang baru, dimana mereka dapat bermimpi untuk menjadi orang kaya. Sudah menjadi pemandangan yang tak mengherankan, rumah judi bertumbuh pesat di wilayah California Utara yang menyuguhkan sejumlah kesempatan seperti aksi judi dan hiburan untuk anak-anak muda. Kasino merekrut musisi dan wanita cantik (tidak hanya pelacur) untuk menemani penjudi ketika mereka menimati permainan judi seperti Roulette, Faro dan Blackjack.

Selama periode awal demam emas, Poker tidak popular sama sekali di California. Hal ini karena para penjudi lebih menyukai permainan dengan aksi yang lebih cepat kesana-kemari. Poker, terutama 5 Card Stud, cukup lambat. Penjudi tidak bisa selalu melipatgandakan uangnya atau menderita kekalahan dalam satu taruhan seperti yang mereka rasakan di Roulette. Akan tetapi, Poker selalu menjadi favorit di California. Sebagai warga yang menghuni wilayah California dan demam emas berakhir, hasrat mereka untuk memainkan permainan aksi cepat seperti Faro mulai menghilang, sehingga mereka mempunyai hasrat baru dalam permainan lambat seperti Poker.

Perkembangan Poker di tahun 1800-an, seluruhnya adalah berkat dari meningkatnya aksi perjudian yang terjadi disepanjang perbatasan AS. Walau begitu, ia berhasil mengukuhkan dirinya sebagai permainan judi yang difavoritkan, dengan karakteristik utama yang berbeda dari permainan batas dengan perjudian lainnya.

Dengan perkembangan jaman yang terus berkembang, permainan poker ini telah meyerap teknologi yang ada sehingga bermunculan berbagai jenis poker yang hanya bisa dimainkan melalui komputer. Jenis poker tersebut adalah video poker.

Di asia sendiri permainan ini dikenal dengan nama bola tangkas dan yang paling dikenal di indonesia adalah tangkasnet dan 88tangkas.

Pada casino-casino moderen saat ini, permainan ini lah yang paling banyak menyumbang pemasukan bagi casino terutama pada benua Asia dan Australia.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *